Apakah Penerima BLT di Tamblang Sudah Tepat Sasaran?

Tamblang.com - Akibat akibat pandemi Corona ini banyak yang harus kehilangan pekerjaan terutama yang paling terasa adalah bagi pekerja di sektor formal di bidang pariwisata karena saat pandemi ini sama sekali tidak ada pemasukan karena sudah tidak bekerja dan sudah dirumahkan oleh manajemen tempat bekerja.


Dengan kondisi ini ada yang tetap bertahan di rantau karena mungkin masih punya pekerjaan lain, namun ada juga yang memutuskan untuk pulang kampung karena memang sudah tidak ada lagi pekerjaan di rantau. Bagi mereka yang bekerja di sektor informal mungkin masih bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan terutama untuk makan.

Seperti saya sendiri yang sudah tidak bekerja, begitu juga istri saya yang sudah full dirumahkan untuk bulan mei ini sehingga sudah tidak ada lagi kegiatan di tempat bekerja karena memang sudah tidak ada tamu yang tinggal di hotel tempat kerja. Oleh sebab itu kami memutuskan untuk pulang kampung

Saat ini sedang ramai di bahas tentang Bantuan Langsung Tunai (BLT), oleh sebab itu kali ini saya akan membahas sedikit tentang BLT yang katanya diberikan bagi mereka yang terkena dampak langsung Covid-19 yang artinya BLT itu diberikan diprioritaskan kepada mereka yang benar-benar kena dampak Covid-19 karena kehilangan mata pencaharian.

Nah sebelum lanjut seperti apa syarat untuk bisa menerima BLT karena dampak COvid-19? Seperti yang saya kutip dari lama Facebook Pemerintah desa Tamblang, ada tiga syarat / indikator untuk bisa menjadi warga yang menerima BLT ini, apa saja syaratnya silakan simak di bawah ini.

  1. Kehilangan mata pencaharian akibat Covid-19
  2. Punya anggota keluarga yang sakit Kronis
  3. Keluarga (ayah,anak/sanak famili terdekat yang bertempat tinggal bersama) belum pernah menerima bantuan apapun selama ini.
Intinya adalah poin pertama yang diprioritaskan bagi mereka yang kehilangan mata pencaharian karena covid-19 dan tidak punya cadangan ekonomi / dana yang cukup untuk bertahan hidup selama tiga bulan kedepan.

Tamblang sendiri sudah mulai mendata untuk bisa segera mencairkan BLT, dana yang akan dibagikan dari dana desa adalah Rp 956.057.000,00 dari jumlah dana desa sebesar itu hanya 30% yang bisa dikonversikan menjadi BLT, sehingga BLT yang akan dicairkan sebesar Rp 270.000.000,00 untuk tiga bulan dan akan dibagikan kepada 150 KK penerima manfaat dan dibagi menjadi 5 banjar sehingga setiap banjar akan mendapat jatah 30 KK, hal itu tertuang dalam hasil musyawarah alokasi penerima manfaat.

Nah bagaimana metode pendataan bagi mereka yang terdampak Covid-19 untuk bisa / tidak menerima BLT ini? apakah sudah dijalankan prosedur seperti apa yang tertulis pada Surat Dirjen Penegasan BLT Dana Desa?

Seperti yang saya lihat pada data penerima BLT yang diposting di facebook, disana terlihat 30 nama calon penerima manfaat BLT, namun menurut saya ada nama yang tidak pantas menerima BLT namun namanya terpampang pada daftar 30 nama penerima BLT untuk bulan April 2020 desa Tamblang padahal mereka tidak terkena dampak langsung akibat pandemi Covid-19.

Nah pertanyaannya seperti apa metode pendataan dan pencatatan bagi mereka yang akan menerima BLT ini di desa Tamblang? Apakah mereka yang menerima sudah benar-benar pantas untuk menerima BLT ini di masa pandemi Corona? Jangan sampai jadi Polemik karena ada yang lebih pantas menerima BLT namun ternyata malah tidak dapat BLT.

Belum ada Komentar untuk "Apakah Penerima BLT di Tamblang Sudah Tepat Sasaran?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel