Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Harapan Saya Saat Pengerupukan yang akan Datang.

Tamblang.com - Halo semeton Tamblang jumpa lagi dengan saya, kali ini saya akan mereview sedikit tentang pelaksanaan pengerupukan Nyepi Saka 1944 di desa Tamblang pada hari selasa 2 maret 2022.


Seperti biasa saat pengerupukan dimeriahkan oleh STT dari tiga banjar yakni STT. Sucyartha Paksa dari banjar Kaja Kauh, STT. Dutha Yowana dari Kelod kauh dan STT. kaja kangin. Setiap tahun mereka hadir dengan seni gaya ogoh-ogoh dan lakon yang berbeda. Meski sempat vakum sebanyak dua kali karena masa pandemi corona.

Selain itu antusiasme penonton juga sangat luar biasa terutama saat pementadan lakon/lelampahan dari masing-masing STT. Penonton suka ikut merangsek masuk terlalu dekat dengan penari/pemeran lakon sehingga pertunjukkan tidak terlihat dengan maksimal.

Pertunjukan waktu itu dimulai pukul 18.00 wita sehingga sudah mulai gelap, apa lagi waktu itu sempat diguyur hujan deras, namun antusiasme penonton dan peserta tidak luntur, pertunjukkan jalan terus. Saya sendiri juga ikut menonton waktu itu dan seperti biasa mendokumentasikan dengan kamera HP.

Saya sendiri yang suka mendokumentasikan pertunjukan dalam bentuk video kadang merasa kurang maksimal karena jarak penonton dan penari terlalu dekat. Nah untuk itu saya punya saran kepada masing-masing STT atau pihak terkait yang terlibat dalam acara pengerupukan nanti untuk mempersiapkan beberapa hal, apa sajakah itu, silakan simak di bawah ini.

Harus ada panitia pelaksana Ngerupuk khusus saat pawai ogoh-ogoh, untuk anggota panitia diambil dari masing-masing anggota STT setiap banjar dari yang senior dan juga junior. Bekerja sama dengan Pecalang dan Linmas. Tugas panitia ini mempersiapkan segala keperluan saat pertunjukkan seperti pencahayaan, sound system, bentuk panggung, dan paling penting adalah pengaturan penonton supaya tidak memenuhi panggung karena selama ini penonton sangat antusias ingin menyaksikam pertunjukkan saat pengerupukan.

Jika tidak ada panggung, maka batasi penonton dengan memakai tali supaya penonton tidak membuat sempit tempat pertunjukkan, untuk talinya bisa beli di Toko Sutar disana jual banyak ukuran tali plastik. Tali dipegang oleh panitia atau pecalang dari empat sudut. Ada dua lapis, karena ada ruang untuk seksi dokumentasi. (Untuk lebih jelas silakan lihat gambar di bawah. Pastikan bagian depan lebih luas, karena disana akan lebih banyak yang ambil video atau foto.


Dengan demikian peserta pentas dari masing-masing banjar akan merasa leluasa untuk memerankan lakon/lelampahan Dan berikan juga ruang untuk sekaa gong saat mengiringi pertunjukkan dengan demikian penonton juga bisa melihat dengan terang para penari dll.

Nah jika tempat sudah bagus dan penonton sudah teratur, panitia juga harusnya bisa menyediakan ruang bagi mereka yang ingin mendokumentasikan, setidaknya ada seksi dokumentasi official dari masing-masing banjar supaya tidak terlalu banyak yg ambil foto atau video. Selain itu jika ada yang ingin mendokumentasikan dari luar seksi dokumentasi official maka mereka bisa ikut dengan syarat harus daftar dulu ke panitia dan harus bayar (sama kayak bayar hak siar di tv, saya kurang tahu namanya) syukur-syukur kalau dikasih gratis 😁, nanti akan dapat kartu pengenal dan mendapat akses khusus untuk mendokumentasikan acara. Jadi berikan mereka kartu tanda pengenal bahwa mereka adalah official dan sosialisasikan dengan pecalang/linmas supaya mereka tidak melarang mereka saat ambil gambar atau video. Uang hasil menjual slot dokumentasi itu disetor ke kas masing-masing STT secara rata.

Selain itu durasi pertunjukkan juga harus ditentukan, jangan ada yang terlalu singkat atau terlalu lama, jadi berikan durasi maksimal untuk membuat lakon pertunjukkan sehingga tidak terlalu lama.

Nah mungkin hanya itu harapan dan saran saya saat pengerupukan nanti, itulah ekspektasi saya, kadang bisa berjalan dan gagal, semoga bisa dipertimbangkan atau mungkim ada cara / saran yang lain, silakan tulis di kolom komentar, terima kasih.

Posting Komentar untuk "Harapan Saya Saat Pengerupukan yang akan Datang."